Pencerahan spiritual tidak dicapai melalui bukti rasional,
dan juga tidak dapat dipahami oleh orang yang belum merasakannya.
Ibn Arabi memberikan ujian kepada pembaca:
Buku ini tidak boleh dibaca sebagai yurisprudensi teoretis,
atau sebagai filsafat,
atau sebagai puisi simbolis.
Sebaliknya, buku ini harus dibaca pada tiga tingkatan:
Makna kata-kata yang tampak
Kiasan yang terkandung di dalamnya
Apa yang ditunjukkannya kepada orang yang telah diberi pencerahan
Dan di sinilah jalan yang benar dimulai.
Keadaan batin yang dibutuhkan sebelum menyelami nama-nama tersebut:
Ketenangan.
Persiapan.
Hari Pertama — Rahasia Pencerahan
Teks Asli
Syekh berkata dalam pengantar:
“Saya tidak menulis buku ini setelah berpikir dan mempertimbangkan,
tetapi buku ini didiktekan kepada saya oleh ilham ilahi.”
Paragraf yang Difokuskan
Ibn Arabi tidak menyajikan buku ini sebagai upaya intelektual,
Pendampingan praktis. Empat puluh hari perkembangan bertahap dari pemahaman hingga apresiasi, dan dari terminologi.